FREEGANISM

Posted: December 18, 2010 in Uncategorized

Dari semua nafsu yang dimiliki, kita sebagai anak muda paling susah kalau harus menahan nafsu berbelanja. Apalagi kalau lagi jalan-jalan santai ke mal, wuiihhh bawaannya seperti ingin ngawinin mesin atm mulu. Tapi ternyata ada sebuah komunitas yang menolak budaya konsumtif yang sudah kita anggap seperti agama tersebut. Mereka adalah FREEGANISM. Pada dasarnya gaya hidup freeganism ini based on Limited Participation In The Conventional Economy And Minimal Consumtion Of Resources” atau bahasa gampangnya mereka mencoba untuk tidak konsumtif. Lantas bagaimana mereka mendapatkan barang-barang keperluan mereka? Seperti makanan, pakaian dan sebagainya kalau mereka menolak belanja?.

Gerakan ini berawal dari tahun 1990an. Mereka turunan dari antiglobalization and environmentalist movement. Kata freegan sendiri berarti Free dan Vegan. Karena pada awalnya yang mencetuskan gaya hidup seperti ini adalah para vegetarian yang memiliki beberapa pandangan tertentu tentang kapitalisme.

Bisa dibilang, Freegans menolak untuk menjalani hidup yang memiliki unsure kekejaman didalamnya, mereka abstain dari kegiatan-kegiatan memakan, mengenakan, dan menggunakan semua yang masih ada hubungannya dengan binatang (kulit binatang, susu dan olahannya, animal-tested products, dll).

Jadi bagaimana mereka memenuhi kebutuhan hidup mereka? Well, let us introduce you to Dumpster Diving atau Skipping. Jadi untuk memperoleh makanan mereka akan mengambilnya dari tempat sampah sisa supermarket, limbah industry makanan, restoran atau toko sayuran. Dengan melakukan hal tersebut mereka  percaya bahwa mereka tidak membelanjakan uang untuk barang-barang yang mereka anggap telah menyebabkan kerusakan lingkungan, perilaku semena-mena terhadap hewan dan juga ekspioitasi tenaga kerja dengan tidak adil. Tentunya makanan yang dikumpulkan adalah makanan yang masih layak dikonsumsi. Selain itu mereka juga menanam sendiri beberapa jenis sayuran dan tumbuhan obat-obata dilingkungan mereka yang dinamakan GUERILLA  atau COMUNITY GARDENS.

Selanjutny ada yang dinamakan Really, Really Free Market. Ini merupakan sarana mereka untuk mendapatkan keperluan lain seperti pakaian, furniture ataupun barang-barang sekunder dan tersier lainnya. Namanya juga Really, Really Free Market pastinya semua yang ada isini gratisan dan kebanyakan bekas. Jadi kaya semacam sharing atau pun barter kebutuhan. Selain barang-barang ada juga jasa, sepertu potong rambutdan beberapa hiburan. Biasanya free shop ini diadakan dua bulan sekali. Nah,kalo yang mau ikutan Really, Really Free market ini ga selalu haruspara freegans.rmereka juga mengajak orangoran lain untuk mendonasikan barang barang yang tidak terpakai lagi.

Jadi gimana? Tertarik untuk mengikuti gaya hidup seperti ini? Menahan bahkan meninggalkan sama sekali dunia belanja hura-hura yang sudah mendarah daging? Hehehehe….. mungkin lo semua bias memulainya dengan menjalankanibadah puasa ( bagi yang menjalankan ) dengan sebaiknya.

Sumber : PROVOKE edisi 12, 2 oktober 2007

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s